Kesultanan Ternate didirikan pada tahun 1257 oleh Momole Ciko dengan gelar Baab Mashur Malamo. Pada awalnya, kerajaan ini belum menganut Islam. Namun, pada abad ke-15, Islam mulai masuk dan diadopsi secara resmi oleh Raja Kolano Marhum (1465–1486). Putranya, Zainal Abidin, kemudian mengganti gelar “Kolano” menjadi “Sultan” dan menerapkan hukum Islam dalam pemerintahan.
Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya di bawah Sultan Baabullah (1570–1583), yang berhasil mengusir Portugis dari wilayahnya dan memperluas pengaruh hingga ke Sulawesi, Ambon, Seram, Timor, dan sebagian Mindanao. Ternate dikenal sebagai produsen utama cengkeh, menjadikannya pusat perdagangan rempah-rempah yang penting di kawasan.
